Wednesday, April 21, 2010

Bersangka Baik Dengan ALLAH..

Semua yang ada di bumi ini, akan binasa. Dan yang tetap abadi hanyalah Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia. Termasuk kita manusia akan hancur binasa. Jadi mengapa merasa ingin memiliki. Semuanya milik Allah. Apalagi kalau milik Allah tersebut kita gunakan untuk hal-hal yang tidak baik seperti menghina orang lain sehingga timbul perselisihan, perkelahian sehingga membuat orang tidak senang. Oleh karena itu, kita harus pasrah dan terbuka. Yakinkan bahwa diri kita tidak punya apa-apa. Tidak pernah mengadakan apa-apa. Tidak pernah membantu apa-apa. Tidak pernah menambah apa-apa. Kita tidak kaya, buka miskin. Tidak pintar bukan bodoh. Semua pemberian Allah. Kita tidak punya dan tidak memiliki sesuatu. Coba bayangkan, kalau dalam hati kita ada sedikit saja rasa memiliki, apalagi sampai tidak terasa terucapkan, itu sama saja artinya dengan mengambil hak Allah.

Kita harus terus berpegang teguh kepada Allah yang Maha Kuasa. Agar mendapat perlindungan sepenuhnya dari-Nya. Penuh pertolongan Allah, penuh dengan petunjuk Allah, penuh dengan hidayah Allah, penuh dengan kasih Allah. Tapi sebaliknya, apabila AKU yang merasa, aku yang punya, itu ertinya mengambil hak Allah. Akibatnya kita akan dipenuhi kebingungan, kesusahan. Meskipun kaya, pintar tapi hatinya penuh dengan kebingungan. Sebagai sorang mu'min, selamanya harus merasa gembira. Kenapa tidak? Seumur hidup merasa dipelihara oleh Allah. Jika tidak memiliki perasaan tersebut maka perasaan kita akan bingung dan susah selamanya. Semoga Allah mengampuni kita semua.

Jadi marilah kita muhasabah diri. Tingkatkan amal ibadah kita sehingga kita menjadi hamba-Nya. Perbaiki diri, sehingga bisa memisahkan yang baik dan yang buruk. Tumbuhkan rasa saling menghormati, menyayangi, tolong menolong supaya kita berada dalam redhaNya. Kita juga perlu mengamalkan zikir agar tidak lekang dari bibir. Fainna dzikro saeful mu'miniin. Sesungguhnya zikir itu pedangnya orang-orang yang beriman. Zikir itu untuk membasmi, menyingkirkan segala godaan syaitan, bujukan nafsu yang datangnya dari luar dan dalam. Setelah kita memiliki senjatanya, tinggal digunakan dengan sebaik-baiknya. insya Allah terbuka pintu kebahagiaan dunia dan akhirat. Biiznillah..

Selain daripada itu, kita ini harus menanamkan semulia-mulia sangkaan dan sebaik-baik sangkaan terhadap Allah swt.

Ertinya :

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Nabi saw. bersabda : "Allah Ta'ala berfirman : "Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari kelompok mereka. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. jika ia mendekat kepadaKu sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil". (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).


Ertinya :

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : "Sesungguhnya Allah berfirman : "Aku menurut dugaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. (Hadits ditakhrij oleh Turmidzi).

Ertinya :

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : Allah swt. berfirman : "Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya ketika ia mengingatKu. Jika ia mengingatKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia mengingatKu dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari padanya. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepadaKu sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil". (Hadits ditakhrij oleh At Turmidzi).

Ertinya :

Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi saw, bersabda : "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman : "Aku bersama hambaKu apabila ia ingat kepadaKu dan kedua bibirnya bergerak (mengucapkan dzikir) kepadaKu". (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).


Artinya :

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasuulullah saw. bersabda : "Allah swt. berfirman : "Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya ketika ia mengingatKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam dirinya maka Aku ingat kepadanya dalam diriKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam kelompok orang banyak maka Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik dari padanya. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil''. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).

amin ya robbal 'alamiin.

Saturday, April 10, 2010

Masa Rehat Pejuang Hizbullah..

Wahai Abna'ul Harakah,
Adakah kita telah menginfakkan diri kita, masa kita, tenaga, harta kita, keluarga kita untuk menegakkan agama Allah??

Sedarlah, kita masih lagi belum melepas tahap perjuangan yang hakiki selagi mana kita belum di uji dengan Kerja yang bergaji besar, atau di uji dengan perkahwinan seterusnya anak-anak yang di pertanggungjawabkan oleh Allah.. Harus bagaimana kita, mahu menunaikan tanggung jawab selaku suami/ayah, selaku pekerja, dan pada masa yang sama kita memiliki tanggungjawab yang lebih besar yakni menegakkan Agama Allah..

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ



Katakanlah: Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai lebih daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.. (At-Taubah: 24)

Wahai para da'ie,
Sedarlah kita ini tiada masa untuk berpangku tangan dalam perjuangan Islam.. Tiada masa kerehatan dalam hidup kita.. Jadi bilakah waktunya untuk pejuang hizbullah ini berehat?? Masa pejuang Hizbullah di dunia adalah ketika mati menunggu hari pembalasan.. Mati itu adalah waktu rehat sementara sebelum di hisab dan dimasukkan ke syurga Allah insyaAllah selepas penat berjuang demi menegakkan agama Allah, dan menghapuskan Toghut..

Akan tetapi, perjuangan Islam bukan mudah, tidak layak seseorang itu bergelar pejuang ketika mana sahabat-sahabat turun ke lembah perjuangan, dia sibuk bermesra dengan anak dan isteri, terlalu sibuk dengan urusan kerja-kerja duniawi, sampai terlupa urusan ukhrawi. Adakah kader macam ini yang kita mahu lahirkan selepas di tarbiyah dengan sistem yang telah di tetapkan? Di manakah silapnya, adakah sistem tidak mampu membentuk ahli atau ahli yang tidak memahami erti perjuangan dan tidak yakin dengan janji-janji Allah serta amaran Allah bagi orang-orang yang lari dari perjuangan?? Satu persoalan ingin di lontarkan, bagaimana kita mahu mengahayati dan tadabbur dengan perintah dan larangan Allah sedangkan kita dalam sehari tidak membaca Al-quran? sibuk sangatkah kita sampai dalam 24 jam sehari sampai tiada masa untuk bukak mukjizat nabi Muhammad ini?? Di dunia kita mampu beralasan, tapi mampukah kita menjawab di depan Allah ketika mata di layarkan amalan-amalan kita, dan ketika itu mulut menjadi bisu serta anggota badan pula menjawab?

Wahai sahabat, tidak cukupkah amaran balasan api neraka sebagai motivasi kita untuk teruskan perjuangan ini?? Adakah kita layak untuk ke syurga tetapi tingkah laku serta amalan kita tidak selari dengan ahli-ahli syurga?? Kita mahu menegakkan agama Allah tapi kita lah yang menhidupkan ekonomi bukan Islam dengan menyokong produk mereka, kita lah yang menonton filem yang menghanyutkan manusia, dan yang lebih menyedihkan lagi, kita lah orang yang tidak mengamalkan sunnah nabi tetapi mengharapkan mad'u pula melaksanakanya. Kita ikut sunnah nabi menegakkan khilafah Islamiyah, tetapi kita tinggalkan cara nabi berakhlak, cara nabi bermualamat, cara nabi berpakaian, cara nabi berdakwah.. Jawapannya dia mudah, kita mahu berjuang tetapi kita larut dalam kancah globalilasi yang di perkenalkan oleh amerika dan mereka berjaya membuatkan orang islam secara tidak sedar meninggalkan sunnah nabi tetapi di bibir umat islam begitu manis sekali melafazkan kecintaan kepada nabi dan kita semakin jauh dengan nabi...

Untuk yang terakhirnya, sedarlah setiap bani adam itu melakukan dosa, dan sebaik-baik pelaku dosa adalah orang yang bertaubat setelah melakukan dosa.. Kita ini harus meningkatkan potensi diri hari demi hari dan berhijrahlah kerana Allah dan Rasul. Pedulikan celaan orang lain kerana ciri-ciri hizbullah itu dia tidak takut pada orang yang mencela walau pon celaan itu datang dari sahabat perjuang sekali pon. bersabar lah..

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mumin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al-Maidah: 54)



يا مقــلـب لقــلــوب ثبــت قــلبـــي عــلى د ينـــك

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu” (HR. Ibnu Abi Ashim, diambil dari kitab Shahih al-Jami’ no. 7988)

Friday, April 9, 2010

Ta’liful Qulub


Salam taujih..


“Ruh-ruh itu adalah tentara-tentara yang selalu siap siaga, yang telah saling mengenal maka ia (bertemu dan) menyatu, sedang yang tidak maka akan saling berselisih (dan saling mengingkari)”. (HR. Muslim)

Inilah karakter ruh dan jiwa manusia, ia adalah tentara-tentara yang selalu siap siaga, kesatuaannya adalah kunci kekuatan, sedang perselisihannya adalah sumber bencana dan kelemahan. Jiwa adalah tentara Allah yang sangat setia, ia hanya akan dapat diikat dengan kemuliaan Yang Menciptakanya,. Allah berfirman yang artinya:

“Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelajakan semua (kekayaan) yang berada dibumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. 8:63)

Dan tiada satupun ikatan yang paling kokoh untuk mempertemukannya selain ikatan akidah dan keimanan. Imam Syahid Hasan Al Banna berkata:“Yang saya maksud dengan ukhuwah adalah terikatnya hati dan ruhani dengan ikatan aqidah. Aqidah adalah sekokoh-kokoh ikatan dan semulia-mulianya. Ukhuwah adalah saudaranya keimanan, sedangkan perpecahan adalah saudara kembarnya kekufuran”. (Risalah Ta’lim, 193)

Sebab itu, hanya dengan kasih mengasihi karena Allah hati akan bertemu, hanya dengan membangun jalan ketaatan hati akan menyatu, hanya dengan meniti di jalan dakwah ia akan berpadu dan hanya dengan berjanji menegakkan kalimat Allah dalam panji-panji jihad fi sabilillah ia akan saling erat bersatu. Maka sirami taman persaudaraan ini dengan sumber mata air kehidupan sebagai berikut:

1. Sirami dengan mata Air Cinta dan Kasih sayang

Kasih sayang adalah fitrah dakhil dalam jiwa setiap manusia, siapapun memilikinya sungguh memiliki segenap kebaikan dan siapapun yang kehilangannya sungguh ditimpa kerugian. Ia menghiasi yang mengenakan, dan ia menistakan yang menanggalkan. Demikianlah pesan-pesan manusia yang agung akhlaqnya menegaskan. Taman persaudaraan ini hanya akan subur oleh ketulusan cinta, bukan sikap basa basi dan kemunafikan. Taman ini hanya akan hidup oleh kejujuran dan bukan sikap selalu membenarkan. Ia akan tumbuh berkembang oleh suasana nasehat menasehati dan bukan sikap tidak peduli, ia akan bersemi oleh sikap saling menghargai bukan sikap saling menjatuhkan, ia hanya akan mekar bunga-bunga tamannya oleh budaya menutup aib diri dan bukan saling menelanjangi. Hanya ketulusan cinta yang sanggup mengalirkan mata air kehidupan ini, maka saringlah mata airnya agar tidak bercampur dengan iri dan dengki, tidak keruh oleh hawa nafsu, egoisme dan emosi, suburkan nasihatnya dengan bahasa empati dan tumbuhkan penghargaannya dengan kejujuran dan keikhlasan diri. Maka niscaya ia akan menyejukkan pandangan mata yang menanam dan menjengkelkan hati orang-orang kafir (QS.48: 29).

2. Sinari dengan cahaya dan petunjuk jalan

Bunga-bunga tamannya hanya akan mekar merekah oleh sinar mentari petunjuk-Nya dan akan layu karena tertutup oleh cahaya-Nya. Maka bukalah pintu hatimu agar tidak tertutup oleh sifat kesombongan, rasa kagum diri dan penyakit merasa cukup. Sebab ini adalah penyakit umat-umat yang telah Allah binasakan. Dekatkan hatimu dengan sumber segala cahaya (Alquran) niscaya ia akan menyadarkan hati yang terlena, mengajarkan hati yang bodoh, menyembuhkan hati yang sedang sakit dan mengalirkan energi hati yang sedang letih dan kelelahan. Hanya dengan cahaya, kegelapan akan tersibak dan kepekatan akan memudar hingga tanpak jelas kebenaran dari kesalahan, keikhlasan dari nafsu, nasehat dari menelanjangi, memahamkan dari mendikte, objektivitas dari subjektivitas, ilmu dari kebodohan dan petunjuk dari kesesatan. Sekali lagi hanya dengan sinar cahaya-Nya, jendela hati ini akan terbuka. “Maka apakah mereka tidak merenungkan Al Quran ataukah hati mereka telah terkunci”. (QS. 47:24)

3. Bersihkan dengan sikap lapang dada

Minimal cinta kasih adalah kelapangan dada dan maksimalnya adalah itsar ( mementingkan orang lain dari diri sendiri) demikian tegas Hasan Al Banna. Kelapangan dada adalah modal kita dalam menyuburkan taman ini, sebab kita akan berhadapan dengan beragam tipe dan karakter orang, dan “siapapun yang mencari saudara tanpa salah dan cela maka ia tidak akan menemukan saudara” inilah pengalaman hidup para ulama kita yang terungkap dalam bahasa kata untuk menjadi pedoman dalam kehidupan. Kelapang dada akan melahirkan sikap selalu memahami dan bukan minta dipahami, selalu mendengar dan bukan minta didengar, selalu memperhatikan dan bukan minta perhatian, dan belumlah kita memiliki sikap kelapangan dada yang benar bila kita masih selalu memposisikan orang lain seperti posisi kita, meraba perasaan orang lain dengan radar perasaan kita, menyelami logika orang lain dengan logika kita, maka kelapangan dada menuntut kita untuk lebih banyak mendengar dari berbicara, dan lebih banyak berbuat dari sekedar berkata-kata. “Tidak sempurna keimanan seorang mukmin hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya”. ( HR. Bukhari Muslim)

4. Hidupkan dengan Ma’rifat

Hidupkan bunga-bunga di taman ini dengan berma’rifat kepada Allah dengan sebenar-benar ma’rifat, ma’rifat bukanlah sekedar mengenal atau mengetahui secara teori, namun ia adalah pemahaman yang telah mengakar dalam hati karena terasah oleh banyaknya renungan dan tadabbur, tajam oleh banyaknya dzikir dan fikir, sibuk oleh aib dan kelemahan diri hingga tak ada sedikitpun waktu tersisa untuk menanggapi ucapan orang-orang yang jahil terlebih menguliti kesalahan dan aib saudaranya sendiri, tak ada satupun masa untuk menyebarkan informasi dan berita yang tidak akan menambah amal atau menyelesaikan masalah terlebih menfitnah atau menggosip orang. Hanya hati-hati yang disibukkan dengan Allah yang tidak akan dilenakan oleh Qiila Wa Qaala (banyak bercerita lagi berbicara) dan inilah ciri kedunguan seorang hamba sebagaimana yang ditegaskan Rasulullah apabila ia lebih banyak berbicara dari berbuat, lebih banyak bercerita dari beramal, lebih banyak berangan-angan dan bermimpi dari beraksi dan berkontribusi. “Diantara ciri kebaikan Keislaman seseorang adalah meninggalkan yang sia-sia”. ( HR. At Tirmidzi).

5. Tajamkan dengan cita-cita Kesyahidan

“Pasukan yang tidak punya tugas, sangat potensial membuat kegaduhan” inilah pengalaman medan para pendahulu kita untuk menjadi sendi-sendi dalam kehidupan berjamaah ini. Kerinduan akan syahid akan lebih banyak menyedot energi kita untuk beramal dari berpangku tangan, lebih berkompetisi dari menyerah diri, menyibukkan untuk banyak memberi dari mengoreksi, untuk banyak berfikir hal-hal yang pokok dari hal-hal yang cabang. “Dan barang siapa yang meminta kesyahidan dengan penuh kejujuran, maka Allah akan menyampaikanya walaun ia meninggal diatas tempat tidurnya”. ( HR. Muslim)

“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah bersatu berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepadaMu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (dijalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahay-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong”.

Amin…

Tuesday, March 16, 2010

Dakwah itu milik SEMUA..


وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

{Dan berapa banyak dari Nabi-nabi (dahulu) telah berperang dengan disertai oleh ramai orang-orang yang taat kepada Allah, maka mereka tidak merasa lemah semangat akan apa yang telah menimpa mereka pada jalan (ugama) Allah dan mereka juga tidak lemah tenaga dan tidak pula mahu tunduk (kepada musuh). Dan (ingatlah), Allah sentiasa mengasihi orang-orang yang sabar.}

(Aali - Imran : 146 )

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونوا أَنصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ اللَّهِ

{ Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu pembantu-pembantu agama Allah, sepertimana yang diucapkan oleh Isa putera Maryam kepad pengikut-pengikutnya yang setia, siapakah pembantu-pembantu ku pada jalan Allah ?. Lalu berkatalah pengikut-pengikutnya yang setia : Kamilah pembantu agama Allah.. }

(as-Saff 14)

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنْ اتَّبَعَنِي

{ Katakanlah : inilah jalanku yang lurus, aku bersama pengikut ku menyeru ke jalan Allah dengan keterangan yang nyata…}

(Yusuf 108)

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنْ الْمُنْكَرِ وَأُوْلَئِكَ هُمْ الْمُفْلِحُون َ

{ Dan hendaklah ada di kalangan kamu suatu ummah (kumpulan) yang menyeru kepada kebaikan. Dan memerintahkan kepada ma’aruf serta mencegah dari kemungkaran. Dan merka itulah orang-orang yang beruntung}

Sunday, March 14, 2010

MEMPERINGATI PERJUANGAN IMAM AS-SYAHID HASSAN AL-BANNA

Pada hari ini 12.2.2010, genap 61 tahun syahidnya Imam Hasan Al-Banna, pengasas jemaah Ikhwan Muslimin, sebuah organisasi Islam paling berpengaruh di dunia pada hari ini. Ketika dibunuh beliau berumur semuda 43 tahun , namun asas Fikrah dan Manhaj perjuangan Islam yang beliau asaskan berjaya mengumpul 3-4 juta rakyat Mesir ketika itu dan hingga ke hari ini terus tertanam kukuh dan berkembang pesat mengharungi cabaran sepanjang zaman dan mengatasi brbagai tentangan Kini gerakan Ikhwan Muslimin terdapat dalam lebih dari 100 buah negara di dunia, menyumbang bakti kepada umat Islam dengan penuh kasih sayang disamping ia tegas dan penuh berani mempertahankan umat dari serangan-serangan sengit musuh Islam diberbagai aspek budaya sosial, ekonomi, politik maupun ketenteraan.



Foto Imam Hasan Al-Banna yang terakhir ketika mengimamkan solat Maghrib di markaz pertubuhan Syubban Muslimin, Jalan Ramses, Kaherah. Ketika itu kesemua anggota Ikhwan Muslimin yang berpengaruh telah dipenjarakan, kecuali beliau seorang kerana dia menjadi sasaran untuk dibunuh. Ketika beliau keluar dari markaz ini, beliau ditembak di tepi Jaan Ramses dan meninggal dunia syahid di Hospital Qasr Aini, Kaherah lantaran arahan pihak atasan agar beliau dibiar bersendirian tanpa rawatan sehingga menghembuskan nafas terakhir.

Diantara ciri-ciri keistimewaan dakwah Ikhwan Muslimin yang diasaskan oleh Imam Hasan Al-Banna ialah :

1. Menanam fikrah atau kefahaman Islam yang sahih bersumberkan ilmu dari Al-Quran dan As-Sunnah. Tarbiyah adalah perkara yang terpenting dalam dakwah Ikhwan Muslimin. Dengan ini jalan Dakwahnya jelas, landasannya terang dari awal hingga ke akhir, anggotanya berkualiti dan teguh, sukar untuk menyimpang dari agenda Islam sendiri yang sahih hingga terpaksa mengikut agenda-agenda pihak lain.
2. Syumul dakwah Ikhwan Muslimin sama seperti syumulnya Islam itu sendiri, tidak mengabaikan mana-mana aspek pun samada diaspek ruh, jasad maupun aqal. Dakwahnya juga menggarap semua aspek dan aktiviti ilmiah, riadhah, ekonomi, ikatan ruhani, kebajikan, politik, organisasi dan sebagainya.
3. Dakwah yang berpijak dialam nyata, menggunakan segala wasilah (cara) terkini dalam menyampaikan Islam yang sahih kepada masyarakat, menekankan pembinaan ilmu dan akhlak ahli, mengutamakan kerja yang praktikal lagi produktif berbanding teori dan perdebatan, kesatuan berbanding perpecahan dalam menggembeling tenaga ummah berhadapan dengan cabaran manusia dan zaman.
4. Pergerakan dan fasa Dakwahnya sentiasa serasi dengan Sunnah Allah swt terhadap perjalanan alam dan penciptaanNya. Oleh kerana itu usaha Dakwah ini dibuat sangat bersungguh-sungguh tetapi meyakini perubahan di dalam masyarakat yang akan berlaku adalah dengan beransur-ansur, tidak memilih corak keganasan atau mengangkat senjata, tetapi menumpu kearah mendidik jiwa dan menanam keyakinan kedalam hati dan akal orang ramai sehingga jelas kepada mereka akan Islam dan tuntutannya ke atas mereka untuk turut beramal dan memperjuangkannya. Matlamat Islam zaman kini dicapai bukan sekadar berjaya mencari laluan ke Parlimen semata-mata seperti yang difahami ramai pejuang nasionalis maupun islamis, bahkan ia lebih besar dari itu iaitu dengan membina generasi baru Islam yang memiliki keperibadian Islam sejati, membina keluarga Islam yang kukuh, membentuk masyarakat Islam yang peka dan bersedia memikul tanggungjawab menyebarkan Dakwah ke seluruh alam. Mereka inilah yang memilih, melahir dan merealisasikan Kerajaan Islam dan Negara Islam yang dicita-cita oleh Islam.

Wahai Ikhwan sekelian. Sungguh ini merupakan nikmat yang besar dan kegembiraan yang melebihi kata-kata dan keterangan apabila Ikhwan berhimpun dan berkasih sayang di jalan Allah taala, datang dari berbagai negeri, tempat-tempat yang berjauhan, berhimpun di tempat yang satu. Bukan ikatan saudara mara, kaum kerabat, keturunan, huubungan perkahwinan, kepentingan kebendaan atau keduniaan yang menghimpunkan mereka. Akan tetapi yang menghimpunkan ialah kasih sayang dijalan Allah, bertemu keranaNya, bekerja untukNya. Terimalah khabar gembira wahai Ikhwah Akhawat dimana saya berharap kita termasuk mereka yang menyambut seruan Allah hari dimana Dia menyeru “Dimanakah mereka yang berkasih sayang keranaKu, dimanakah mereka yang saling ziarah menziarah keranaKu, dimanakah mereka yang duduk bersama keranaKu ? Pada hari ini Aku menaungi mereka dengan keagunganKu iaitu hari yang tiada sebarang naungan selain naunganKu”. Sungguh kamu telah menerima undangan, segera datang, berhimpun di perhimpunan yang meriah ini, tatkala kita melihat banyak perhimpunan-perhimpunan lain berlaku kemudian ia habis begitu sahaja, diulangi berulang kali namun ia tetap tidak membuahkan apa-apa lantaran berlakunya perpecahan hati dan terdapat perbezaan hawa dan selera. Adapun perhimpunan ini, ia mengesahkan kesatuan hati-hati kamu, pertautaan ruh-ruh kamu, keteguhan ikatan kamu. Mudah-mudahan Allah menjaga dan menjadikannya ikhlas demi mencari wajah dan keredhaanNya”. [Hasan Al-Banna 11 Zulhijjah 1353H] (Foto: Konvensyen Pemikiran Hasan Al-Banna pada 30.1.2010, 2 minggu lalu, anjuran Ikatan Muslimin Malaysia].

Semoga ALlah swt menerima segala amalan beliau, memaafkan kesalahannya dan memasukkannya ke dalam Syurga Firdaus bersama para Nabi, Siddiqin, Syuhadak dan Solohin. Merekalah sebaik-baik teman di Akhirat kelak.

dipetik dari blog www.inijalanku.wordpress.com (us halim)

Sunday, March 7, 2010

Definisi CINTA Dalam Al Qur’an.. =)


Kata cinta dalam Al Qur’an disebut Hubb (mahabbah) dan Wudda (mawaddah), keduanya memiliki arti yang sama iaitu menyukai, senang, menyayangi.

Sebagaimana dalam QS Ali Imron : 14 “Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita,anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan,binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (syurga).” Dalam ayat ini Hubb adalah suatu naluri yang dimiliki setiap manusia tanpa kecuali baik manusia beriman maupun manusia durjana.

Adapun Wudda dalam QS Maryam : 96 “ Sesungguhnya orang-orang beriman danberamal sholeh, kelak Allah yang maha pemurah akan menanamkan dalam hati mereka kasih sayang” jadi Wudda (kasih sayang) diberikan Allah sebagai hadiah atas keimanan, amal sholeh manusia. Dipertegas lagi dalam QS Ar Rum : 21 “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah ia menciptakan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”Dalam ayat inipun Allah menggambarkan ‘cenderung dan tentram’ yang dapat diraih dengan pernikahan oleh masing-masing pasangan akan diberihadiah (ja’ala) kasih sayang dan rahmat.

Dalam fil gharibil Qur’an dijelaskan bahwa hubb sebuah cinta yang meluap-luap, bergejolak. Sedangkan Wudda adalah cinta yang berupa angan-angan dan tidak akan teraih oleh manusia kecuali Allah menghendakinya, hanya Allah yang akan memberi cinta Nya kepada hamba yang dkehendakiNya. Allah yang akan mempersatukan hati mereka. Walaupun kamu belanjakan seluruh kekayaan yang ada di bumi, niscaya kamu tidak akan mendapatkan kebahagiaan cinta jika Allah tidak menghendakiNya.Oleh karena itu teraihnya cinta—wudda pada satu pasangan itu karena kualiti keimanan ruhani pasangan tersebut. Semakin ia mendekatkan diri kepada sang Maha Pemilik Cinta maka akan semakin besarlah wudda yangAllah berikan pada pasangan tersebut.

Cintainilah yang tidak akan luntur sampai di hari akhir nanti sekalipun mautmemisahkannya, cinta yang atas nama Allah, mencintai sesuatu atau seseorang demi dan untuk Allah...

Wednesday, March 3, 2010

Engkau Isteri Pertama ku yang ku sayangi..

Manisnya hidup bersamamu.. Alhamdulillah aku beristerikan dikau dan aku berjanji tidak akan sekali-kali bercerai denganmu.. Tidak terdetik dihati untuk menyakitimu.. Tiada yang dapat menggantikan dirimu selaku isteri pertama ku.. Akan ku bersamamu hingga di saat perhitungan di atas neraca Allah.. Walaupun hidup bersamamu penuh dengan onak dan liku, dek kerana cemburu dan hawa nafsu yang merupakan syaitan bisu.. Janji setia tetap bersamamu.. Kecantikanmu menguatkan semangatku walaupun diri ini terasa dihempap dengan batu.. Begitulah indahnya hidup beristerikan dengan perjuangan Islam. Hidup beristerikan dengan perjuangan menegakkan kalimah Allah di muka bumi ini. Hidup di dunia ini sementara, yang merupakan persinggahan menuju samada ke syurga atau ke neraka.. Perjuangan yang tiada pernah terhenti daripada dimusuhi.. Rehatku selaku seorang pejuang hanyalah mati. Rehatku adalah ketika menunggu perbicaraan diri. Walaupun perit hidup bersama isteriku ketika di dunia ini, tetapi janji Allah itu pasti. " Sesiapa yang menolong agama Allah maka Allah akan menolongnya dan meninggikan darjattnya". yakin lah para Da'i. Maka bersabarlah para Da'i. Bersabarlah dengan ujian dari Illahi.. Ujian yang datang mengusik keimanan dalam diri.. Siapakah kita untuk mengundur diri?? Sedangkan jalan yang di pilih adalah untuk mencapai redha Illahi.. Bertadabbur lah dengan nama Allah yang maha Sabar. Pernahkah terlintas di dalam diri kita untuk menginsafi diri?? Allah menciptakan manusia dimuka bumi ini adalah sebagai khalifah dan juga tidak lain dan tidak bukan supaya tunduk sujud menyembah Allah yang menciptakan segala yang berada di bumi.. Tetapi, tidak semua yang beriman kepada Allah, masih ada lagi yang tidak mengenal Allah ya rabbi. Manusia masih lagi menganuti agama kristian, buddha, hindu, dan ader juga yang tidak sedar diri dengan tidak mempercayai kewujudan tuhan iaitu golongan atheist.. Walaupun ader yang beragama Islam tetapi, umat Islam juga ada memusuhi para Da'i. Masih ramai umat Islam yang tidak menyembah Allah ya Malikki. Tetapi maha besar Allah yang penyabar.. agung dengan sifatnya.. Jika Allah mahukan kita mati, kita akan mati dan tidak di percepatkan walau sesaat atau di lambatkan walau sesaat. Allah mampu menghukum manusia yang memusuhi. Sekelip mata sahaja boleh menghancurkan bumi.. Namun begitu sesekali Allah menegur hamba-hambanya supaya menginsafi. Merotan manusia dengan tsunami. Menampar kita dengan gempa bumi.. Kita yang masih lagi mampu bernyawa pada hari ini perlu memperbaiki diri.. Yakin lah dengan sebenar-benar yakin terhadap perjuangan menegakkan agama yang di bawa oleh rasulullah, Muhammad yang kita cintai.. Dan bersabarlah kita dengan isteri yang kita nikahi.. Aku redha dirimu bernama isteri.. Dan akan ku pertahankan isteriku sampai mati.. Segala ujian, mehnah dan tribulasi, hanyalah usikan dari Illahi.. untuk menguji keimanan di hati.. Ya Allah aku memohon ampun dari mu jika pernah terlintas dihati ini rasa berat melayan isteriku ini.. Ya Allah tuhan yang membalikkan hati, tetapkanlah hati ku pada isteriku ini.. amin..

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...